Menata Ulang Arah Organisasi: Kopdar DPP FRJRI Teguhkan Soliditas dan Profesionalisme Jurnalis
TANGERANG, MEDIA BUSER— Dewan Pimpinan Pusat Forum Reporter dan Jurnalis Republik Indonesia (DPP FRJRI) menggelar silaturahim Kopdar (temu darat) penuh makna di Kampung Kalapa, Kp. Kalapa RT 02/RW 07, Desa Sindang Sono, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (1/4/2026). Pertemuan ini tidak sekadar menjadi ajang temu kangen antar insan pers, namun juga ruang intelektual untuk merumuskan arah baru organisasi melalui perombakan kepengurusan yang lebih adaptif dan berintegritas.
Ketua Umum DPP FRJRI, Elkoko Hariyono, menegaskan bahwa organisasi pers harus hidup dan bergerak mengikuti denyut zaman, tanpa kehilangan jati diri sebagai penjaga etika dan kebenaran.
“Perubahan adalah keniscayaan. Dalam lanskap informasi yang terus berkembang, FRJRI harus berani melakukan perombakan kepengurusan sebagai bagian dari pembenahan internal. Ini bukan sekadar restrukturisasi, melainkan ikhtiar membangun organisasi yang lebih profesional, adaptif, dan berdaya saing,” ujarnya.
Menurutnya, organisasi wartawan bukan hanya wadah administratif, melainkan ruang pengabdian intelektual yang menuntut integritas, kedewasaan berpikir, dan keberanian moral dalam menyuarakan kebenaran.
Bendahara Umum DPP FRJRI, Andy Zulfikar Nusantara, menekankan pentingnya budaya musyawarah sebagai fondasi organisasi yang sehat dan berkeadaban.
“Setiap langkah harus lahir dari rembug bersama. Prinsip kolektif kolegial bukan hanya mekanisme, tetapi nilai yang menjaga keseimbangan, menghindarkan ego sektoral, dan memastikan keputusan yang diambil benar-benar mencerminkan kepentingan bersama,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum II, Syarifuddin, memandang perombakan kepengurusan sebagai bentuk penyegaran yang esensial dalam menjaga vitalitas organisasi.
“Organisasi yang sehat adalah organisasi yang mampu mengevaluasi diri. Perubahan ini adalah langkah strategis untuk memperkuat sinergi, meningkatkan efektivitas kerja, serta menjaga kesinambungan gerak organisasi di tengah tantangan yang kian kompleks,” tegasnya.
Dalam nuansa kebersamaan yang hangat dan reflektif, Waksejen II, Imron Rosadi (Bocah Angon), menyampaikan perspektif filosofis yang menggugah.
“Organisasi itu ibarat ladang kehidupan. Ia tidak cukup hanya ditanami, tetapi harus dirawat, dijaga, dan dibersihkan dari hal-hal yang menghambat pertumbuhannya. Jika ingin menuai kepercayaan publik, maka kita harus menanam kejujuran, merawat solidaritas, dan memanen integritas,” tuturnya.
Silaturahim Kopdar ini menjadi refleksi bahwa DPP FRJRI tidak hanya bergerak dalam tataran struktural, tetapi juga meneguhkan nilai-nilai humanisme, intelektualitas, dan profesionalisme jurnalistik. Lebih dari itu, forum ini menjadi pengingat bahwa pers memiliki tanggung jawab moral sebagai pilar demokrasi—mengawal kebenaran, menjaga independensi, dan berpihak pada kepentingan publik.
Red/Tim

